3 Tren Leadership di Era Milenium

3 Tren Leadership di Era Milenium
Bringing the culture of sharing to everyone

Leadership di era milenium ini mengalami perubahan wajah. Dua puluh tahun yang lalu, misalnya, tidak jarang kita jumpai perusahaan yang dipimpin oleh pemimpin yang autocratic.

Ia mengambil semua keputusan tanpa berkonsultasi dengan anggota timnya, meskipun input mereka mungkin baik. Ia merasa dengan gaya seperti itu kendali sepenuhnya ada di tangannya dan pengambilan keputusan bisa berjalan cepat.

Kemunculan Generasi Millennials

Perusahaan yang bergerak di industri manufaktur, pertambangan, dan makanan cepat saji secara tradisional identik dengan gaya kepemimpinan yang autocratic karena sifat industrinya yang membutuhkan kontrol dan pengawasan yang ketat sesuai prosedur.

Namun bayangkan jika gaya autocratic ini diterapkan pada anak-anak muda zaman sekarang yang kita kenal punya banyak ide. Mereka adalah generasi Millenial atau istilah lainnya Gen Y yang mulai menduduki posisi-posisi penting di perusahaan.

Keberadaannya ingin diakui dan mereka bisa dengan mudah pindah ke perusahaan lain bila tidak menyukai lingkungan kerjanya. Tentunya yang akan rugi adalah perusahaan itu sendiri karena biaya dan waktu telah diinvestasikan untuk mendidik mereka hingga ke jenjang strategis.

Tren Pertama: Customized Leadership

Perkembangan zaman dengan berubahnya generasi ini memunculkan tren baru di dunia leadership. Trend yang pertama di era milenium ini banyak perusahaan modern menerapkan pendekatan leadership yang bersifat customized di mana seorang pemimpin harus mampu mengubah gaya kepemimpinannya secara situasional sesuai kebutuhan.

Fokusnya pada manusia termasuk mempertimbangkan faktor perbedaan generasi yang dipimpin. Saat ini manusia dipandang sebagai aset penting perusahaan (human capital) yang potensinya layak dikembangkan, bukan lagi seperti mesin yang menunggu diperintah layaknya zaman revolusi industri dulu.

Tren Kedua: Leading Inter-cultural

Tren perubahan yang kedua terlihat di aspek kepemimpinan yang mempertimbangkan faktor lintas budaya. Saat ini banyak perusahaan lokal dan multinasional yang karyawannya berasal dari berbagai macam suku dan kewarganegaraan.

Perusahaan akan sukses bila pemimpinnya mampu memahami perbedaan kultur dalam berkomunikasi dan membangun hubungan dengan karyawannya.

Tren Ketiga: Distributed Leadership

Yang ketiga, tren ke depan memperlihatkan semakin banyak pemimpin muda yang menempati posisi eksekutif di organisasi. Sejak awal mereka telah dipacu untuk berpikir kreatif dalam mengatasi kompleksitas bisnis.

Mereka tidak lagi dibiarkan berpikir sendiri-sendiri. Pihak perusahaan mulai menyediakan sarana agar mereka bisa saling berinteraksi merumuskan pemikiran baru untuk mengatasi tantangan ke depan.

Ide pengembangan perusahaan tidak lagi selalu muncul dari pemimpin tertinggi organisasi. Setiap orang diberi kesempatan untuk menyalurkan ide-idenya melalui suatu sistem kolaborasi. Konsep kepemimpinan seperti ini dikenal dengan istilah distributed leadership atau shared leadership.

Konten Artikel Terkait

Explore lebih banyak artikel dalam kategori yang sama untuk menemukan informasi menarik lainnya.

Leadership Tips untuk Manajer Baru
13 Jul 2020

Leadership Tips untuk Manajer Baru

Panduan sukses untuk manajer baru di perusahaan...

5 Sikap Pemimpin dalam Mengelola Krisis
12 Jul 2020

5 Sikap Pemimpin dalam Mengelola Krisis

Cara memimpin tim dan organisasi dalam mengatasi krisis...

Leading Wholeheartedly
12 Jul 2020

Leading Wholeheartedly

The best leader is one whose existence is barely known by the people. They act without effort and teach without words...

Mengapa Manajer Perlu Belajar Coaching?
26 Jun 2020

Mengapa Manajer Perlu Belajar Coaching?

Penelitian menunjukkan bahwa coaching mengarah pada keterhubungan antar individu, produktifitas dan layanan konsumen yan...